Selembar rindu yang ku hampar
menjadi hamparan untukmu...
menjejak kasihku...
hingga ke perdu syahdu...
lalu..kau semai di kiri kanan..
benih-benih cinta..
bagai kudup kembang pagi
menyebar wangian
ke penjuru semesta...
Di ufuk waktu lambaian rindumu
menusuk kalbu...
aku jadi terharu...
ketika aku dalam kebuntuan..
kau menghulur salam...tanda ikhsan..
bagaimana harus aku katakan?
sedang badai ..menghempas karam hati..
berkecai menjadi pepasir...
yang mendap di dasar lautan...
nan dalam...
:PA
HAK CIPTA TERPELIHARA "PUSPA CENDANA QZH" Hak cipta terpelihara ke atas semua karya yang termuat di dalam laman blog ini. Semua hasil karya ditulis dan dihasilkan sendiri oleh penulis laman blog ini, PUSPA CENDANA QZH. Tidak dibenarkan mengeluar, mengambil, menciplak atau mengulang mana-mana karya yang terkandung dalam laman blog ini dalam apa juga bentuk dan cara - sama ada secara elektronik, fotokopi dan sebagainya tanpa mendapat izin bertulis daripada penulis.
Rabu, 28 April 2010
Isnin, 12 April 2010
Kelmarin Yang Ku Tinggalkan.....
Kelmarin...
kecewa menjengah rasa
setelah wangian bunga
kau curah racun bisa...
Kelmarin..
tika kecuranganmu menyebar
pada jendela jiwa
tanpa engkau mengakuinya..
dalam kemelut yang melanda..
ada dusta di antaranya..
Kelmarin..
kau terperangkap ...
dalam jebak yang kau sediakan..
menjerut lehermu hingga kau kesesakan..
adakah pelung bagimu...?
Hari ini...
dalam nekad dan pasrah
pada ketentuan takdir ..
satu demi satu roboh sudah kota kasihku..
biar ianya pahit...
namun ada kemanisan di depan...
:pc
kecewa menjengah rasa
setelah wangian bunga
kau curah racun bisa...
Kelmarin..
tika kecuranganmu menyebar
pada jendela jiwa
tanpa engkau mengakuinya..
dalam kemelut yang melanda..
ada dusta di antaranya..
Kelmarin..
kau terperangkap ...
dalam jebak yang kau sediakan..
menjerut lehermu hingga kau kesesakan..
adakah pelung bagimu...?
Hari ini...
dalam nekad dan pasrah
pada ketentuan takdir ..
satu demi satu roboh sudah kota kasihku..
biar ianya pahit...
namun ada kemanisan di depan...
:pc
Isnin, 5 April 2010
Aku berjalan menuju Tuhan...Tuhan berlari menujuku..
Oh Tuhanku
Kau peganglah jemariku
yang mendamba kasih cintaMu
aku lemah..
aku jahil..
aku berdosa..
tanpa pimpinan dariMu
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun..
kepada hamba-hambaMu..
selangkah ku padaMu..
seribu langkah Kau padaku
berjalan aku menujuMu..
berlari Kau datang pada ku....
:QZH a.k.a. PC a.k.a Arisa
Kau peganglah jemariku
yang mendamba kasih cintaMu
aku lemah..
aku jahil..
aku berdosa..
tanpa pimpinan dariMu
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun..
kepada hamba-hambaMu..
selangkah ku padaMu..
seribu langkah Kau padaku
berjalan aku menujuMu..
berlari Kau datang pada ku....
:QZH a.k.a. PC a.k.a Arisa
Rabu, 24 Mac 2010
Tika Waktu Berlalu....
Tika waktu berlalu..
mawar jingga pastikan layu..
kan gugur kelopak satu persatu
tiada lagi wangian tuk dihidu
walau pelangi merayu pilu
walau angin tetiba membeku....
Tika waktu berlalu...
pucuk rindu kering kekontangan
luruh sudah segala lilitan
membungkam jiwa dalam kesepian
merentang bebatuan ranjau kekusutan
kelam suram jalan kebenaran
tinggallah nyawa ..tinggallah intan..
redholah puteri kembali ke Pangkuan...
hanya kenangan kekal berpanjangan...
(buat anginretak dari p.a)
: Puspa Cendana
mawar jingga pastikan layu..
kan gugur kelopak satu persatu
tiada lagi wangian tuk dihidu
walau pelangi merayu pilu
walau angin tetiba membeku....
Tika waktu berlalu...
pucuk rindu kering kekontangan
luruh sudah segala lilitan
membungkam jiwa dalam kesepian
merentang bebatuan ranjau kekusutan
kelam suram jalan kebenaran
tinggallah nyawa ..tinggallah intan..
redholah puteri kembali ke Pangkuan...
hanya kenangan kekal berpanjangan...
(buat anginretak dari p.a)
: Puspa Cendana
Suatu Waktu...
Suatu waktu...
bila gelora rasa terlalu
di kala mawar terkulai di puncak rindu
di kala pelangi tenggelam dalam sendu
pada siapakah mawar akan merayu
pada siapakah pelangi akan mengharu
pada siapakah putri akan mengadu?
Suatu waktu...
bila pungguk kehabisan lagu
jika bulan sinarnya beku
andai angin diselimuti duka
tidakkah pelangi akan tersedu
adakah mawar jingga akan layu
apakah putri ku terindu-rindu?
Suatu waktu...
adakah putri akan keluar dari lilitan
yang membungkus kelopak mawar jingga
lalu betiuplah angin kebenaran
yang menghimpit kesesatan belukar rasa...?
(dari anginretak utk p.a)
: Puspa Cendana
bila gelora rasa terlalu
di kala mawar terkulai di puncak rindu
di kala pelangi tenggelam dalam sendu
pada siapakah mawar akan merayu
pada siapakah pelangi akan mengharu
pada siapakah putri akan mengadu?
Suatu waktu...
bila pungguk kehabisan lagu
jika bulan sinarnya beku
andai angin diselimuti duka
tidakkah pelangi akan tersedu
adakah mawar jingga akan layu
apakah putri ku terindu-rindu?
Suatu waktu...
adakah putri akan keluar dari lilitan
yang membungkus kelopak mawar jingga
lalu betiuplah angin kebenaran
yang menghimpit kesesatan belukar rasa...?
(dari anginretak utk p.a)
: Puspa Cendana
Bulan Biru ..
...biar badai menghempas alam
biar gelora seluruh lautan
biar kabus membungkus malam
bulan biru tidak sekali membiarkan
jinggamu suram di lautan rasa
bulan biru akan mencengkam
sampan ratu di tengah lautan
mengalun di gelombang kasih dan sayang
terbuai asyik di pelabuhan menanti...
(dari anginretak untuk p.a)
: Puspa Cendana
biar gelora seluruh lautan
biar kabus membungkus malam
bulan biru tidak sekali membiarkan
jinggamu suram di lautan rasa
bulan biru akan mencengkam
sampan ratu di tengah lautan
mengalun di gelombang kasih dan sayang
terbuai asyik di pelabuhan menanti...
(dari anginretak untuk p.a)
: Puspa Cendana
Mencarik Mimpi
...Di pagi yang indah ini
anganku di langit tinggi
kembali mencari jati diri...
di pentas pelangi aku menari
mengapai igau yang tak ku mengerti
tercari-cari suara pungguk berlagu sepi
memang keterasingan melilit diri
pada pepenjuru waktu yang kosong
mmendakap rindu yang tidak terbendung
aahh...begitu rupa semesta mencarik mimpi
: Puspa Cendana
anganku di langit tinggi
kembali mencari jati diri...
di pentas pelangi aku menari
mengapai igau yang tak ku mengerti
tercari-cari suara pungguk berlagu sepi
memang keterasingan melilit diri
pada pepenjuru waktu yang kosong
mmendakap rindu yang tidak terbendung
aahh...begitu rupa semesta mencarik mimpi
: Puspa Cendana
Langgan:
Catatan (Atom)